Saya baru saja
mendapatkan tugas oleh guru saya bagai mana kita memulai suatu usaha supaya berhasil,
dan saya bias mengambil kesimpulan bahwa banyak orang berfikir bahwa faktor
penentu utama dalam kesuksesan suatu usaha adalah modal (dalam hal ini banyak
orang berparadikma bahwa modal itu pasti berupa uang). Perlu di garis bawahi
bahwa modal usaha berupa uang memang penting dalam memulai atau membuka usaha,
akan tetapi modal usaha itu tidaklah hanya berupa uang saja. Ide usaha,
mindset, semangat, ketekunan, keuletan dan kerja keras merupakan modal usaha
yang justru lebih penting dari modal yang berupa uang. Jadi menurut saya,
kesuksesan sebuah usaha tidak hanya dilihat dari besar kecilnya modal saja tapi
faktor ketekunan, keuletan dan kerja keras justru sangat mempengaruhi.
Cara Membuka Usaha Kecil Dengan Modal Kecil
Sebelum membuka usaha, hal yang terpenting menurut saya
adalah mindset dan mental yang harus di asah terlebih dulu. Mind set sebagai
pengusaha mesti terus di asah, agar tidak terjebak hanya sebagai pedagang atau
self employee saja.
Ada beberapa langkah dalam membuka usaha kecil dengan
modal kecil :
- Alasan membuka usaha.
Kita harus punya alasan yang kuat kenapa ingin membuka
usaha, alasan inilah yang akan menggerakkan langkah kita menjadi semakin mantap
untuk memulai atau membuka usaha seperti toko elektronik dan kita akan mewujudkan impian yang sukses.
Hindari alasan yang sesaat yang bisa mematahkan semangat dalam berwirausaha.
- Tentukan jumlah modal yang akan di investasikan.
Untuk bisa segera memulai atau membuka usaha dengan toko
elektronik adalah memutuskan berapa banyak modal yang akan diinvestasikan.
Apakah nol sama sekali, ratusan ribu, atau jutaan rupiah. Nilai ini anggap saja
jumlah yang benar-benar siap dikorbankan jika usaha tidak lancar nantinya. Yang
perlu diingat sebenarnya uang tersebut tidaklah hilang, anggaplah sebagai biaya
belajar.
- Tentukan jenis usahanya.
Banyak yang
menyarankan agar memulai atau membuka usaha harus sesuai dengan minat atau
hobby-nya. Memang sangat bagus dan ideal jika bisa berbisnis sesuai minat /
hobbynya. Tapi untuk merintis usaha menurut saya yang penting bisa dijalani
atau tidak. Sekali lagi niatkan untuk membentuk mindset / mental pengusaha dan
mengasah kemampuan memanfaatkan peluang bisnis.
- Pandai membagi waktu.
Kita dituntut mampu disiplin dalam mengatur waktu, antara
waktu untuk keluarga, waktu untuk usaha yang anda jalankan atau mungkin juga
waktu untuk bekerja di sebuah perusahaan (jika anda masih sambil bekerja di
sebuah perusahaan).
- Libatkan istri/ suami dan rekan-rekan.
Jangan ragu untuk mengajak atau melibatkan orang- orang
terdekat anda untuk menjadi rekan kerja dalam menjalankan usaha anda
sehari-hari, sementara kita masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan lain.
Merekalah yang nantinya akan menjalankan usaha anda berdasarkan arahan dan
strategi usaha yang telah disepakati.
- Manfaatkan secara maksimal teknologi yang ada.
Dalam membantu pemasaran (promosi), monitoring dan juga
komunikasi dengan tim kerja di usaha kita maka gunakan teknologi seperti:
website, jejaring sosial (seperti Facebook, Twitter, dll), email, smartphone,
CCTV dan lainnya.
- Jika ingin sukses berkumpulah dengan orang sukses.
Kata- kata
tersebut juga berlaku ketika kita hendak membuka sebuah usaha. Bergabung dengan
komunitas- komunitas, grup / forum wirausaha yang bisa membantu kita
mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari yang lainnya sehingga kita juga
dapat mempunyai lingkungan usaha yang saling mensupport.
- Jadi pengusaha fulltime.
Jika usaha anda telah mampu menghasilkan keuntungan
minimal 3 kali dari jumlah gaji yang diperoleh tiap bulannya dan stabil selama
setahun maka perlu dipertimbangkan untuk menjadi pengusaha full time dan
mengembangkannya agar lebih besar.Kembangkan usaha dan jangan lupa sedekah.
Jika sudah bisa mulai membuka usaha kecil dengan modal kecil dan mulai bisa
mendatangkan profit, usahakan tidak semua profit dikonsumsi untuk kebutuhan
sehari-hari. Sisihkan sebagian untuk diputar kembali, dijadikan modal usaha
tambahan agar usaha bisa berkembang dan sebagian lagi sisihkan untuk zakat,
infaq, dan sedekah.
