Pada Tanggal 12 November 2013 Kami di beri tugas oleh guru untuk mencari Sifat-sifat Alkena, dan Alkuna, dan saya telah menemukannya hehehhe,,sumbernya juga cuman di blog-blog yang saya cari, nahh disini ada 2 macam atom yang saya kumpulkan dan silahkan kalian menyimaknya di bawah sini..
SIFAT-SIFAT ALKENA.
1) Sifat Fisis
Titik leleh dan
titik didih alkena hampir sama dengan alkana yang sesuai. Pada suhu kamar,
suku-suku rendah berwujud gas, suku- suku sedang berwujud cair, dan suku
– suku tinggi berwujud padat.
2) Reaksi-reaksi
Alkena
Alkena jauh lebih
reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap. Reaksi alkena terutama
terjadi pada ikatan rangkap tersebut.
Reaksi-reaksi
alkena sebagai berikut.
a) Reaksi Adisi
(penambahan atau penjenuhan)
Reaksi
adisi, yaitu
pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom
lain.
Zat-zat yang
dapat mengadisi alkena adalah:
(1) Gas hidrogen
(H2)
CH2 =
CH2+ H2
etana
CH3–
CH3
etena
(2) Halogen (F2,
Cl2, Br2, dan I2)
CH2 =
CH – CH3 + Br2
Propena
(3) Asam halida
(HCl, HBr, HF, dan HI)
Jika alkena
menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H dari asam
halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah memiliki atom H
lebih banyak.
Contoh:
Propena
2–kloropropena
b) Reaksi
Pembakaran (oksidasi dengan oksigen)
Pembakaran
sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O.
C2H4 + 3 O2
2 CO2 + 2 H2O
Pembakaran tidak
sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O.
C2H4 + 2 O2
2 CO + 2 H2O
c) Reaksi
Polimerisasi
Reaksi
polimerisasi adalah
reaksi penggabungan molekul molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar
(polimer).
Contoh:
Polimerisasi
etena menjadi polietena
n CH2 = CH2 ->
– CH2 – CH2– -> [– CH2 – CH2 –]n
SIFAT-SIFAT ALKANA.
Sifat fisika alkuna secara umum
mirip dengan alkana dan alkena, seperti :
- Tidak larut dalam air
- Alkuna dengan jumlah atom C sedikit berwujud gas, dengan jumlah atom C sedang berwujud cair, dan dengan jumlah atom C banyak berwujud padat.
- Berupa gas tak berwarna dan baunya khas
- mudah teroksidasi atau mudah meledak.
Titik didih beberapa senyawa alkuna
disajikan pada Tabel 12.4.
Tabel 12.4. Titik Didih beberapa
Senyawa Alkuna
Alkuna sebagai hidrokakbon tak
jenuh, memiliki sifat menyerupai alkena tetapi lebih reaktif. Reaktiftas alkuna
disebabkan karena terbongkarnya ikatan rangkap tiga dan membentuk senyawa baru.
Atas dasar ini maka reaksi alkuna umumnya reaksi adisi. Contoh reaksi adisi
alkuna dengan gas halogen, seperti gas bromine (Br2), klorine (Cl2) dan iodine
(I2). Ikatan rangkap tiga terlepas dan senyawa halogen masuk pada kedua atom
karbon. Reaksi terus berlangsung sehingga seluruh ikatan rangkapnya terlepas,
dan membentuk senyawa haloalkana. Persamaan reaksi ditunjukan pada Bagan 12.27.
Bagan 12.27. Reaksi adisi alkuna
dengan halogen
Reaksi lainnya yaitu adisi dengan
senyawa hidrogen menggunakan katalis Nikel, persamaan reaksi dapat dilihat pada
Bagan 12.28.
Bagan 12.28. Reaksi hidrogenasi
2-butuna dengan katalisator Nikel
Pemanfaatan Akuna seperti
pemanfaatan gas etuna (asetilena) untuk pengelasan. Gas asetilena dibakar
dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi ditandai dengan kenaikan suhu
sampai dengan 3000 º C, sangat cocok untuk mengelas logam, perhatikan Gambar
12.29. Selain itu, alkuna juga dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan
senyawa lain, karena senyawa ini cukup reaktif.
Gambar 12.29. pemanfaatan gas asetilena
untuk pengelasan
Isomeri pada alkuna sama dengan
isomer pada alkena, dimana sifat isomer terjadi karena perpindahan ikatan
rangkap sehingga isomer pada alkuna dan pada alkena disebut dengan isomer
posisi. Contoh isomer posisi adalah senyawa 2-butuna denga 1-butuna, perhatikan
Gambar 12.30. Perlu kita ingat, isomer pada alkena terjadi karena perbedaan
pada rantainya dan sering disebut dengan isomer rantai.
Bagan 12.30. Isomer senyawa 1-butuna
dengan 2- butuna
Senyawa alkana dapat dibedakan
dengan alkena dan alkuna. Pembedaan ini dapat dilakukan dengan reaksi
penambahan senyawa bromine (Br2). Reaksi adisi pada senyawa alkana tidak
terjadi. Sedangkan untuk senyawa alkena maupun alkuna terjadi reaksi Brominasi,
peristiwa reaksi ini dapat diikuti dengan mudah, senyawa alkana tidak
memberikan perubahan warna ditambahkan dengan senyawa Bromin yang berwarna
merah, warna larutan akan tetap berwarna merah.
Berbeda dengan senyawa alkena dan
alkuna yang tidak berwarna bereaksi dengan bromin dan terjadi reaksi adisi
membentuk senyawa halida yang tidak berwarna, larutan akan tetap tetap tidak
berwarna dan terjadi senyawa alkena yang mengandung gugus bromide.
Jika reaksi ini terus dilanjutkan,
maka reaksi adisi terjadi lagi dan terbentuk senyawa alkana yang mengandung
gugus bromide. Untuk lebih jelasnya perhataikan Bagan 12.31.









